Make your own free website on Tripod.com

 

 

 

Tujuan Pariwisata Religi

 

Pada usianya yang belum genap tiga tahun sebagai lembaga pendidikan formal, Ma’had Al-Zaytun telah menjadi salah satu tujuan ziarah (wisata), selain beberapa tujuan wisata traditional yang ada di Indonesia, seperti Persemayaman para wali dan lain sebagainya, betapata tidak. Barangkali penyusun catatan ini bisa mengatakan bahwa tak satupun Pondok Pesantren di Indonesia, yang  mampu berfungsi sebagai pusat tujuan wisata seperti halnya Ma’had Al-Zaytun

 

Data statistik yang dihimpun, menunjukkan angka lebih dari 265.000 wisatawan domestik dan international yang berkunjung ke Ma’had Al-Zaytun, sejak diresmikannya Ma’had oleh Presiden RI Prof Dr Ing BJ Habibie Agustus 1999 sampai dengan June 2000, pada hari hari libur sabtu, dan Ahad serta hari-hari besar Republik Indonesia, pengunjung biasanya lebih dari rata rata hari biasa,yakni 1500 – 3000 orang pengunjung

 

Mereka terdiri dari berbagai kalangan pada lapisan masyarakat bangsa Indonesia.dari para guru besar Universitas, Mahasiswa, siswa/santri, anggota perkumpulan Ibu-ibu di kantor-kantor pemerintah, jamaah pengajian, sampai dengan kehadiran beberapa pejabat manca negara, antara lain dari Palestine, Yordani, Arab Saudi, dan tentu saja pengunjung Malaysia, yang telah berkunjung lebih dari 30.000 orang termasuk Duta besarnya , sementara para pejabat Indonesia, telah hadir beberapa menteri kabinet, Presiden RI pada saatnya, dan para direktur jenderal berbagai departemen,termasuk tokoh tokoh masyarakat formal maupun non formal, baik pada masa Habibie, Soeharto dan tentu saja Abdul Rahman Wahid,ketika selayang pandang ini dalam proses pembuatan datang ke Ma’had Al-zaytun rombongan tamu anggota Muhammadiah dari Propinsi Bali,yang berkunjung ke Ma’had setelah mengunjungi Mukatamar Muhamadiah di Jakarta, sementara pada hari dan atau pekan sebelumnya telah datang berkunjung tamu – tamu dari kalangan Nahdhotul Ulama’ dari berbagai daerah