Make your own free website on Tripod.com

 

 

 

Dana dan sumber dana

 

Pelaksanaan pembangunan Ma’had Al-Zaytun yang dalam keadaanya saat ini baru 3% dari  Master plan yang telah ditetapkan dan ternyata telah menimbulkan rasa kagum bercampur dengan segala bentuk tanda tanya oleh beberapa kelompok anggota masyarakat, apatah lagi jika kelak semua bangunan pisik dan infrastruktur yang direncanakan selesai secara tuntas. Agak aneh memang, karena yang ditanyakan adalah ditentang dana dan sumber dana,bahkan banyak diantara mereka yang menghubungkan hal ini dengan partisipasi keluarga cendana ,terlebih lagi dengan kekembaran nama,antara Masjid Al-Thin yang dibangun mantan Presiden Soeharto dan nama Al-zaytun

 

Menanggapi hal tersebut, Syaykh Al-Ma’had selalu mengatakan bahwa sesungguhnya dana dan sumber dana yang dipergunakan untuk membangun Ma’had Al-Zaytun adalah sepenuhnya dari ummat  Islam bangsa Indonesia, jikapun ada partisipasi ummat Islam bangsa lain dan atau ummat lain bangsa Indonesia dan atau bangsa lain, itu hanyalah sebatas partisipasi antara dua sahabat yang saat ini satu diantaranya sedang melaksanakan proyek sosial pendidikan yang dihadiahkan kepada Ummat islam bangsa Indonesia

 

Sebagai gambaran dapat disampaikan bagaimana Ma’had Al-Zaytun mendapatkan dana untuk pembangunan masjid rahmatan Lil-alamin pada hari tanggal  1 Muharam 1421 Hijriah, hanya dengan tiga jam pertemuan saja sudah mendapatkan Rp. 70 milyar untuk keseluruhan biaya sebesar Rp. 100 milyar, dan dalam waktu 100 hari keseluruhan dana pembangunan masjid tersebut telah terkumpul, ini bermakna dalam satu hari bisa diperoleh dana  Rp. 1 milyar dari ummat islam bangsa Indonesia. Penyumbang terbesar perseorangan sahabat Syayhk Al-Ma’had dan kawan-kawannya dari manca negara adalah Wakil Imam besar Masjidil haram, dimana setiap kali datang ke Indonesia setidaknya memberikan sumbangan 500 juta rupiah

 

 

Sementera itu Ma’had Al-Zaytun telah mempersiapkan pendanaan untuk waktu yang cukup panjang dengan menanam jati emas,yang saat catatan ini diselesaikan telah tertanam lebih kurang 500.000 batang dan keseluruhannya telah terjual habis saat jati tersebut baru ditanam, masing masing batang terjual dengan harga Rp. 5000.000,-, dengan demikian dana yang terkumpul dari pohon jati saja adalah Rp. 2.5 trilyun, diantara Jati-jati bernama tersebut diatas, adalah Jati Prof.Dr.Ing.haji BJ Habibie, Prof.Drs Malik Fajar, dan masih banyak lagi. Beberapa waktu yang lalu telah diambil keputusan untuk melebarkan sayap investasi sebanyak 50.000 hektar seluruh Indonesia, dan keseluruhannya akan ditanam kayu jati emas, sehingga 15 tahun yang akan datang, ma’had Al-zaytun sudah tidak lagi bicara soal pendanaan bagi kepentingan pendidikan yang diselenggarakannya, bahkan Syaykh AS Panji Gumilang menyarankan kepada seluruh bangsa Indonesia agar menanam jati emas sedikitnya 3 batang perorang, maka dalam 15 tahun hutang hutang bangsa ini akan terbayar lunas

 

Sadar akan besarnya biaya yang ditanggung oleh Ma’had Al-Zaytun, maka Syaykh Al-Ma’had dan segenap jajarannya juga melakukan usaha usaha ekonomi, baik yang berjangka pendek maupun panjang, dalam bentuk usaha usaha retail and whole sales, industri kecil dibidang meubeler, penggilingan beras, pertanian tanaman padi, garment, dan usaha usaha yang berkaitan dengan perbankan dan securities, semua itu dilakukan untuk dan atas nama Ma’had Al-zaytun, dan tak satupun yang diupayakan untuk dan atas nama pribadi, karena seluruh exponen Ma’had dari Syaykh Al-Ma’had sampai dengan jajaran terbawahnya telah berikrar untuk mewakafkan diri dan segenap potensinya untuk kemajuan Ma’had Al-Zaytun